Resatio Adi Putra

Friday, 23 December 2011

By Kopling

Resatio Adi Putra atau yang lebih akrab dipanggil Tio saat ini bekerja sebagai desainer grafis di sebuah majalah, dan bekerja part-time sebagai seniman kolase dan ilustrator. Sebelum masuk ke dunia visual, Tio adalah seorang mahasiswa ilmu hukum di Bandung yang meraa sangat bosan dan mencoba membuat sebuah karya. Dari keinginan berkarya itulah akhirnya membawa Tio menjadi freelance designer untuk sebuah clothing line di Bandung.

Semakin lama Tio menggeluti dunia visual, akhirnya dia menemukan gayanya sendiri dalam berkarya. Gaya collage menjadi fokus utama Tio saat ini. Awal memutuskan untuk fokus membuat kolase dan mixed media karena Tio punya banyak sekali stock image, majalah, yang berbau vintage. Mulai dari Vintage McCalls Sewing Pattern, ensiklopedia tua, kamus tua, ilustrasi majalah tua, engraving dan etching tua yang umurnya ratusan tahun. Benda-benda itu sangat menarik untuk dilihat. Tio sangat tertarik untuk mengolahnya untuk menjadi karya seni. Menurutnya, tantangan untuk membuat kolase adalah harus melahirkan konsep baru dari gambar yang sebelumnya sudah ada. Tio biasanya menggunakan gambar-gambar tua yang telah berada di wilayah public domain supaya tidak khawatir dengan masalah copyrights.

“Perjumpaan” dengan karya-karya dari seorang seniman kolase dan desainer grafis bernama Mark Weiver membuatnya memutuskan untuk membuat kolase. Mark berhasil mengkomposisikan dan mengolah gambar-gambar tua menjadi sesuatu yang menarik. Selain Mark Weiver, Tio juga mengagumi seniman-seniman seperti: Rene Magritte, Max Ernst, dan Salvador Dali. Inspirasinya paling banyak berasal dari mimpi, lucid dreaming, surrealisme, retrofuturism, vintage illustration, science fiction, buku cerita anak dan lainnya.

Karya-karya Tio sudah banyak dimuat di media lokal maupun internasional. Beberapa diantaranya: “Beautiful/Decay”, “Jakarta Weekender Magazine”, “Colectivo Bicicleta”. Lihat karya-karya Tio lainnya disini: http://resatio.tumblr.com/.

 

 

 

No related posts.