Rega Ayunda Putri

0

Rega Ayundya Putri, yang biasa dipanggil Rega, pernah bekerja sebagai fashion designer di salah satu clothing line pria di Bandung. Perempuan kelahiran Surabaya tahun 1988 ini lulusan Seni Patung di Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung dan saat ini bekerja sebagai desainer grafis di salah satu perusahaan retail lokal di ibukota.

Rega sebenarnya sudah ‘naksir’ dengan seni sejak kecil, tapi ia baru berkenalan lebih jauh ketika kuliah. Dari situ ia juga semakin akrab dengan yang namanya seni rupa. Perempuan yang mempunyai hobi melamun ini kemudian memutuskan untuk memilih jurusan Seni Patung karena tertarik dengan bentuk tiga dimensi. Meskipun banyak berkarya di tiga dimensi, menggambar selalu menjadi pelarian Rega yang paling nyaman.

Menurut Rega, manusia pada dasarnya memiliki ketertarikan dengan hal yang berhubungan dengan indera mereka, terutama visual. Sama seperti musik, visual art mempunyai suatu hal yang menarik dan membuat ia tenggelam di dalamnya. Ia menyadari kalau ia nggak bisa lepas dari menggambar dan yakin bahwa bidang inilah yang suatu saat akan ia tekuni.

Sejauh ini, teman-teman dan keluarga Rega sangat mendukung apa yang ia tekuni. Keluarganya dari dulu sudah terbiasa dengan hobi menggambar Rega, bahkan mereka suka membingkai gambar-gambarnya sewaktu kecil.

Internet adalah sumber inspirasi dan referensi utama Rega dalam berkarya. Selain itu, acara-acara seperti pameran juga menurutnya penting, karena di sana ia bisa berinteraksi langsung dengan karya dan memperoleh sensasi yang berbeda dibandingkan dengan hanya melihatnya dalam bentuk foto. Musik juga menjadi salah satu inspirasi Rega saat membuat karya.

Di saat-saat tertentu, Rega suka meluapkan emosinya lewat menggambar. Ia mengakui kalau kebanyakan hasil gambarnya, terutama di blog, lebih terlihat seperti daily journal dan kurang bersifat naratif. Proses Rega dalam menggambar berjalan mengalir tanpa ada perencanaan visual atau wacana di baliknya. Proses itu juga biasanya timbul secara acak, terkadang di siang hari saat lelah dengan kerjaan, atau di pagi hari saat masih ‘muka bantal’, bahkan di malam hari saat ia lagi sendirian.

Rega mengkategorikan style karyanya ke dalam surrealism, karena proses menggambarnya yang dekat dengan kecenderungan gejala alam bawah sadar. Banyak sekali seniman yang menginspirasi Rega dalam berkarya, namun satu orang yang menjadi favoritnya adalah Gustav Klimt. Kebanyakan inspirator Rega adalah seniman-seniman perempuan seperti Frida Kahlo, Jenny Saville, Shazia Sikander, dan Tracey Emin. Menurut Rega, sudut pandang dan cara mereka melihat hidup sangat menarik. Untuk ilustrasi, Rega selalu menikmati karya Makoto Aida, Junji Ito, dan Takato Yamamoto. Karya-karya Rega sudah pernah dipamerkan di wilayah Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Malang, dan Surabaya. Menurut Rega, pameran seni yang seru adalah pameran yang berisi karya-karya hasil eksplorasi media yang jarang ditemui sebagai media karya seni. Ia selalu suka karya yang berhasil melampaui pemikiran standar orang-orang akan karya seni yang konvensional.

Rega melihat kalau karyanya nggak jauh berbeda dengan cara ia berkomunikasi dengan orang lain, yaitu pendahuluan yang terlalu berbelit-belit padahal sebenarnya hanya ingin membicarakan satu hal, random, cablak, dan gemar memakai metafora untuk hal-hal yang sulit ia definisikan. Ia akan merasa sukses kalau mereka yang melihat karyanya berhasil terbawa perasaan gloomy, karena sebagian besar gambarnya dihasilkan ketika sedang merasa sedih.

Buat Rega, kopi dan spongebob adalah elemen yang harus selalu ada setiap pagi. Rega menyebutkan kalau ia bisa memulai hari tanpa mandi, tapi ia nggak bisa memulai pagi tanpa meminum kopi. “Rasanya seperti bangun tapi belum beranjak dari tempat tidur,” katanya.

Lihat karya-karya Rega yang lain di sini: merekah.blogspot.com

About author

No comments

Latte Art Throw Down!

Dalam rangka ulang tahun blog kopi paling terkenal seantero tanah air, yang tidak lain tidak bukan adalah Cikopi.com, diadakanlah sebuah acara kompetisi membuat Latter Art. ...