FA Indun

0

FA Indun, atau Indun, memiliki nama asli yang cukup panjang: Fathurohman Alwathoni I.H. Ia sempat mengenyam pendidikan di Jurusan Seni Murni, Fakultas Seni Rupa, Institut Seni Indonesia (ISI), Yogyakarta. Sekarang, Indun tinggal di Yogyakarta dan berprofesi sebagai seniman dan freelance illustrator. Indun merasa di dalam keluarga memang sudah mengalir darah seni, karena salah satu kakeknya adalah seorang dalang. Selain itu, dari kecil waktu ia sekolah, pelajaran favoritnya adalah pelajaran kesenian, terutama menggambar. Ia juga sering dipilih menjadi seksi kesenian di sekolahnya dulu.

Keinginan Indun untuk mendalami ilmu desain produk bermula dari ketertarikannya akan seni modifikasi otomotif waktu zaman SMP. Saking tertariknya, ia dulu suka mencari-cari informasi lewat buku di perpustakaan dan majalah-majalah yang berbau otomotif. Waktu SMA, Indun mendapatkan sebuah vespa tua sebagai kado ulang tahun. Tanpa pikir panjang, ia langsung menerapkan ilmu modifikasinya dengan mendesain ulang bentuk vespa tersebut dan menyerahkannya pada pihak karoseri mobil untuk dioperasi.

Dari situ, ia sangat ingin mempelajari ilmu desain produk lebih dalam, namun karena di ISI Yogyakarta belum ada jurusan desain produk yang spesialisasi di otomotif, akhirnya ia mendaftar jurusan seni murni, seni grafis atas ajakan seorang teman. Seiring dengan berjalannya waktu, Indun tidak lagi bermimpi untuk mendalami ilmu desain produk, melainkan menjadi seorang visual artist. Menurut Indun, disiplin ilmu tersebut nggak hanya mencakup seni rupa murni tapi berbagai macam disiplin ilmu lainnya. Akhirnya, ia memutuskan untuk akhirnya serius di dunia visual karena bagi Indun seni visual itu seksi.

Dalam berkarya, Indun lebih suka dengan karya yang bersifat ilustratif seperti komik, dengan basic drawing. Buat Indun, drawing adalah sebuah masterpiece dan sangat aplikatif, atau bisa diaplikasikan ke beragam media lainnya. Biasanya, Indun akan mulai membuat karya dengan drawing lalu dikembangkan ke berbagai media sesuai dengan tema dan kebutuhan. Karya-karya Indun banyak berisi pesan tentang isu-isu global, walaupun ia juga masih sering menggunakan tema beberapa tahun yang lalu seperti musik, keseharian, appropriation art, dan lainnya. Indun sangat terinspirasi dari beberapa seniman lokal, termasuk Agung Kurniawan, Eko Nugroho, dan para ‘lulusan’ Apotik Komik.

Karya-karya Indun sudah pernah mengikuti berbagai pameran di dalam dan di luar negeri, tapi pameran paling berkesan buatnya adalah pameran Dialog 2 Kota ISI-IKJ tahun 2004.

Indun adalah seorang pencinta kopi. Ia selalu meminum kopi setiap bangun tidur dan di saat ia harus lembur untuk menyelesaikan karya-karyanya. Kopi favoritnya adalah Kopi Kapal Api.

 

Lihat karya-karya Indun lainnya di sini: grassstock.blogspot.com

About author

No comments