Dewiyanti Yusup

0

Dewiyanti Yusup adalah seorang freelancer lulusan Desain Komunikasi Visual Universitas Trisakti, Jakarta. Perempuan yang mempunyai hobi nonton dan gambar ini sudah berkenalan dengan seni sejak ia kecil. Dari dulu ia suka dengan buku cerita bergambar, mainan, film kartun, alam, dan terutama awan karena bentuknya yang senantiasa berubah setiap saat.

Awalnya, Dewi memutuskan untuk mengambil jurusan Desain Komunikasi Visual karena ia ingin menghindari jurusan yang berbau hitung-hitungan. Tapi ternyata ia menyukai pilihan yang diambilnya saat itu. Untungnya, orang tua Dewi mendukung keputusannya menekuni dunia visual art. “Daripada buang-buang uang untuk belajar hal yang nggak disukai dan nggak berhasil,” katanya.

Dewi mengaku sering mendapatkan inspirasi untuk karya-karyanya dari mimpi, meskipun hal-hal lain juga bisa menjadi inspirasinya. Ia menggambar apapun yang ia rasakan dan ia sangat suka dengan garis-garis repetitif yang menghasilkan depth dan dimensi. Baginya, itu seperti antidote untuk menenangkan hati. Selain mimpi, karya-karya Hayao Miyazaki juga sangat menginspirasi Dewi dalam berkarya.

Melaui gambar-gambarnya, Dewi ingin menyampaikan berbagai cerita ke orang banyak karena ia bukanlah orang yang pintar menggunakan kata-kata. Ia merasa bisa menyampaikan banyak hal melalui gambar.

Meskipun belum pernah mengikuti pameran sebelumnya, Dewi membayangkan sebuah pameran seni yang seru banget adalah pameran interaktif di mana semua orang bisa terlibat dengan karya tersebut. Karena menurutnya, setiap orang pada dasarnya bisa menghasilkan suatu karya.

Sebagai seorang freelancer, Dewi tentunya sangat dekat dengan kopi. Ia bahkan mengakui kalau belakangan ini otaknya nggak bisa berfungsi dengan benar kalau belum minum kopi.

 

Lihat karya-karya Dewiyanti Yusup lainnya di sini: behance.net/notsopsychogirl

About author

No comments

Iklim, Ilustrasi, dan Haiku

Kekhawatiran dunia akan iklim yang semakin berubah semakin menjadi-jadi, menurut penelitian, pada tahun 2020 temperatur dunia akan berubah. Penelitian Universitas Hawaii menggunakan hampir 40 sistem ...